Selasa, 09 Mei 2017

ASUHAN KEBIDANAN “JARINGAN LUNAK PANGGUL DAN BENTUK-BENTUK PANGGUL”



A. JARINGAN  LUNAK PANGGUL
     Bagian lunak panggul terdiri dari otot-otot dan ligamenta yang meliputi dinding panggul sebelah dalam dan yang menutupi panggul sebelah bawah, yang menutupi panggul dari bawah membentuk dasar panggul dan disebut DIAFRAGMA PELVIS.

Diafragma pelvis dari dalam ke luar terdiri atas :
1.      Pars Muskularis
2.      Pars Membranosa
3.      Regio Perineum

1. Pars Muskularis
Pars muskularis yaitu muskulus levator ani. Muskulus levator ani terletak agak ke belakang dan merupakan suatu sekat yang ditembus oleh rektum. Muskulus levator ani kiri dan kanan terdiri dari 3 bagian yaitu:
a.   Muskulus pubokogsigis dari os pubis ke septum anokogsigeum
b.  Muskulus illio kogsigeus dari arkus tendineus muskulus levator ani ke os kogsigis dan septum anokogsigeum
c. Musculus ischio coccygis dari spina ischiadika ke pinggir os sacrum dan os coccygis

2. Pars Membranosa
Pars membranosa yaitu diafragma urogenital. Antara muskulus pubio kogsigeus kiri kanan terdapat celah berbentuk segitiga yang disebut hiatus urigenitalis yang tertutup oleh sekat yang disebut diafragma urogenitalis. Sekat ini menutupi pintu bawah panggul disebelah depan dan ditembus oleh uretra dan vagina.



3. Regio Perineum
Regio perineum merupakan bagian permukaan dari pintu bawah panggul. Daerah ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu:
a. Regio analis disebelah belakang terdapat muskulus spinter eksternus yang mengelilingi anus dan liang senggama bagian bawah
b. Regio urogenitalis terdapat Muskulus Bulbo cavenosus, yang mengelilingi vulva, Muskulus  Ischio cavernosus dan Muskulus Transversus perinei superficialis.
Ligamen-ligamen yang penting adalah :
   1.    Ligamen sacro-iliaca
   2.     Ligamen sacro-spinosum
   3.    Ligamen sacro-tuberosum


      B. UKURAN- UKURAN PANGGUL
     Ukuran panggul dapat ditentukan secara:
1.                 Klinik (pelvimetri klinik)
2.                  Rontgen pelvimetri

1. Pelvimetri Klinik
Pintu atas panggulUkuran terpenting dari pintu atas panggul adalah konjugata vera yang dapat diukur secara tidak langsung yaitu dengan mengukur konjugata diagonalis dengan pemeriksaan dalam:
1,5 – 2 cm (CV = CD – 1,5).
Pada panggul yang normal promontorium tidak dapat diraba dengan pemeriksaan dalam karena konjugata diagonalis cukup panjang. Sedangkan pada panggul yang sempit promotorium dapat diraba.

Pintu atas panggul dianggap normal bila:
1.                 CD; 11,5 cm 
2.                 Multigravida dengan riwayat obstetric yang baik
3.                 Pada primigravida setelah kehamilan 36 minggu, kepala sudah masuk pintu atas panggul
Ukuran terbesar kepala sudah melewati pintu atas panggul
1. Pemeriksaan luar: Leopold IV divergen 
2. Pemeriksaan dalam: Jarak bidang pintu atas panggul sampai spina ishiadika adalah 5 cm, jarak bidang biparietal adalah 3-4 cm. Maka jika bagian terendah kepala sudah mencapai spina iskhiadika atau lebih rendah, berarti ukuran terbesar kepala sudah melewati pintu atas panggul.

Ukuran – ukuran luar panggul
Ukuran-ukuran luar tak dapat dipergunakan untuk penilaian,apakah persalinan dapat berlangsung secara biasa atau tidak. Walaupun begitu ukuran-ukuran luar dapat memberikan petunjuk pada kita akan kemungkinan panggul sempit.
Ukuran luar yang terpenting ialah:
1.     Distantia spinarum : Jarak antara spina iliaca anterior superior kiri dan kanan (Ind. 23, Er. 26), kurang lebih 24 – 26 cm 
2.     Distantia cristarum : Jarak yang terjauh antara crista iliaca kanan dan kira (Ind. 26, Er. 29), kurang lebih 28 – 30 cm. 
3.      Conjugata externa (Baudeloque) : Jarak antara pinggir atas symphysis dan ujung prosessus spinosus ruas tulang lumbal ke-V (Ind. 18, Er. 20), 18 cm. 
4.      Ukuran lingkar panggul : Dari pinggir atas symphysis ke pertengahan antara spina iliaca anterior superior dan trochanter major sepihak dan kembali melalui tempat – tempat yang sama di pihak yang lain (Ind. 80, Er. 90), kurang lebih 10,5 cm.

Ukuran dalam panggul
Pintu atas panggul merupakan suatu bidang yang dibentuk oleh promontorium, linea inniminata, dan pinggir atas simfisis pubis.
1.    konjugata vera : dengan periksa dalam diperoleh konjugata diagonalis 10,5-11 cm 
     2.    konjugata transversa 12-13 cm
3.    konjugata obliqua 13 cm
4.    konjugata obstetrica adalah jarak bagian tengah simfisis ke promontorium

2. Rontgen pelvimetri
    Pelvimetri bertujuan  untuk Mengukur Pelvis. Indikasi harus dilakukan secara tepat terutama untuk kasus-kasus yang dengan pemerikasan klinis diduga kuat adanya disproporsi antara kepala janin dan  Panggul Ibu. Banyak cara yang dipakai untuk mengukur pelvis, semuanya bertujuan untuk mengukur garis garis terpenting pelvis dan mengadakan koreksi untuk distorsi yang di timbulkan oleh magnifikasi pada radiogram. Dengan ini dibuat 2 radiogram antero-posterior dan lateral pelvis yang penting  di ukur adalah konjugata vera, panggul tengah dan panggul bawah. Perlu juga dinilai sacrum yang konkaf  atau sacrum yang lurus karena dapat mempengaruhi jalannaya persalinan. Turunnya kepala dinilai terhadap spina schiadiak. pada proyeksi ini diukur diameter melintang pintu atas panggul, jarak antara spina ischiadika panggul tengah dan jarak antara kedua tuber ischiadikum panggul bawah. Selain ukuran-ukuran paggul , perlu diketahui 4 bentuk dasar panggul yaitu ginekoid, android, antrofoid,dan platipheloid. Dalam praktek,  konjugata vera dan diameter interspinosum merupakan ukuran-ukuran yang terpenting, terutama konjugata vera, dalam menentukan suatu proses persalinan.




C. BENTUK-BENTUK PANGGUL
   Klasifikasi menurut Caldwell dan Molloy, bentuk panggul terbagi menjadi 4 yaitu:
1.      Panggul gynecoid
2.      Panggul android
3.      Panggul anthropoid
4.      Panggul platypeloid

1. PANGGUL GYNECOID
Panggul paling baik untuk perempuan. Bentuk pintu atas panggul hampir bulat. Diameter anteroposterior sama dengan diameter transversa bulat. Jenis ini ditemukan pada 45%wanita.

2. PANGGUL ANDROID
Bentuk pintu atas panggul hampir segitiga. Umumnya pria mempunyai jenis seperti ini.Panjang diameter transversa dekat dengan sakrum. Pada wanita ditemukan 15%.

3. PANGGUL ANTHROPOID
Bentuk pintu atas panggul agak lonjong seperti telur. Panjang diameter anteroposterior lebih besar daripada diameter transversa. Jenis ini ditemukan 35% pada wanita


4. PANGGUL PLATYPELOID
Sebenarnya jenis ini adalah jenis ginekoid yang menyempit pada arah muka belakang. Ukuran melintang jauh lebih besar daripada ukuran muka belakang. Jenis ini ditemukan pada 5% perempuan.
D. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UKURAN DAN BENTUK PANGGUL
1. Perkembagan: Bawaan Lahir Atau Keturunan
2. Suku Bangsa
3. Nutrisi
4. Faktor hormone: kelebihan androgen menyebabkan panggul jenis android
5. metabolisme: ricketsia dan osteomalasia
6.  Trauma, Penyakit atau tumor tulang panggul, kaki dan tulang belakang.




DAFTAR PUSTAKA
Dr.dr.Harjadi Widjaja.I. 2010. Anatomi Pelvis. Jakarta: EGC.
Pearce, Evelyn C. 2009. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kusmiyati, Y. 2010. Perawatan Ibu Hamil. Cetakan ke VI. Fitramaya. Yogyakarta.
Faiz Omar, Moffat David. 2003. At a Glance Anatomi. Jakarta: Erlangga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar